Menatap masa yang putih di langit-langit
Nanar mata merah bergelora semangat
Dari dua bibir hadirkan getaran kecewa
Anak negeri bertanya, Tanya tak terjawab
Pada nyata yang hadir
Kawan, kerabat, terasa asing dalam tingkahnya
Biarkan semua yang terjadi, menyiksa bathin
Merubah angan, menguasai alam pikir
Keras tuk memanggil tawarkan arah
Barat yang indah, timur yang santun
Kenapa depan begitu jauh tuk digapai?
Adakah lambaian tangan yang mengajak
Agar selangkah ku maju
Agar kaki tidak kaku tuk melangkah
Agar getar ini tak sis-sia kukeluarkan
Karena malam dan siang cepat berlalu
Tanpa perasaan memakiku tuk bangun
Bersandar pada hidup yang redup.
Bogor, 27 November 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar