siang yang begitu lama mulai lelah
menuruti hasrat perut dan onggok duri
menjawab keluh dan tanya sang Ilahi
terasa langkah begitu goyah
ingin dikepala tuk merebah dalam pangkuan
bunda yang sayu terasa punggung mulai rapuh
menahan sedih kala sang anak tertawa
relakah hati dinoda jika bukan engkau?
Mulut dan selangkangan sang bocah percikkan
hidup dan mati yang selalu ditanya
padahal itu semua sudah diatur
gusar mendera dalam pangkuanmu
yang kuyakin kerelaanmu
namun sang anak tak peduli
mulut dan selangkangannya nodai
ibu yang sudah tak kuat berdiri
Bogor, 2 Desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar